• Pertanyaan yang Menjawab

    Jari-jariku  menari gila…

    di antara sela syahadatnya….

    Ia menggenggam namun tak sampai, mana ujung mana pangkal..

    Menelisik lebar-lebar, tapi tepinya pun tak terjangkau…

    Menghitung satu-dua dan seterusnya?

    Gila pikirku….

    Bahkan samudera menjadi tintanya

    Seluruh ranting pohon menjadi penanya… belum cukup…

    Semua terlalu filosofis….bahkan si  filsuf pun canggung menafsirkannya..

    Inilah “ia”…yang tak terdeskripsi, namun terasa nyata lebih nyata dari kenyataan…

    Dan Saat kau bersyukur, maka ditambah….itulah kodratnya…

    Ni’matlah artinya..

    Saat paru-paru sempitmu masih cukup terisi oleh segarnya udara pagi

    Saat matamu dibiarkan takjub oleh idahnya gradasi langit sore

    Saat jatungmu masih bertasbih dengan deguban dan ritmenya…

    Dan Saat cinta masih pada tempatnya…

    bersyukurlah, lantas  ia pasti ditambah..

    Cukuplah bagiku sepucuk Ayat cinta dari Rabb semesta…

    Karena inilah pertanyaan yang menjawab,

    Kenapa kau, aku, dia, kita, dan semesta harus bersyukur….

     

    Maka ni’mat Tuhan yang manakah yang akan kamu dustakan? (Q.S Ar-Rahman)

    By Iril

Leave a Reply