• Mahkota itu…

    Bismillahirrahmaanirrahim…

    Mahkota itu…

    “ Dan sungguh di syurga ada bidadari-bidadari bermata jeli (Al-waqiah:22)”

    “ Pelupuk mata bidadari-bidadari itu selalu berkedip-kedip bagaikan sayap burung yang indah. Mereka baik lagi cantik jelita. (Ar-rahman:70)

    Entah sudah berapa jauh aku melalui perjalanan ini, rasanya warna nya begitu memukau menyilaukan mata, hidup yang penuh dengan warna, mencari apa sebenarnya makna kehidupan, apa yang menjadi tujuan dan akhir langkah kaki ini.

    Sedikit aku berbalik menoleh masa lalu yang begitu menjadi pelajaran yang amat sangat berharga bagiku, masa lalu yang teryata mengantarkan ku menjadi seperti ini, mungkin inilah alur hidup yang harus aku lalui, aku bersyukur dengan semua itu, keyakinan hati yang menjadikan prasangka baik akan alur yang memang semestinya aku lalui, entah besok akan seperti apa, aku tidak tahu, yang pasti hari ini aku meyakini jalan yang kupilih untuk kemudian merencanakan akan ke mana aku esok melangkah.

    Kadang aku tersenyum sambil menitikan airmata ketika saat sedikit saja melihat hari ‘kemarin’ yang telah dilewati, menitikkan airmata karena rasa syukur atas apa yang terjadi saat ini pada diriku. Aku berhijrah, ya aku memilih untuk berhijrah, namun tak semudah yang aku fikir dan bayangkan, langkah kaki pertama begitu berat dan menyakitkan, banyak orang berteriak dan menampakkan wajah ketidak setujuannya, canggung, bingung itu melingkupi semuanya. Dengan menahan rasa sakit dan mencoba membuat semuanya ringan meski terasa berat, sangat berat, kupaksakan.

    Terus saja aku lalui jalan-jalan yang kupilih, terasa durinya semakin tajam, anginnya semakin kencang, badainya semakin besar menghantam, kadang meneteskan darah karena duri yang begitu tajam, sakit dan meneteskan airmata, ku tahan terus atau tahan, aku yakin kuat dan tak boleh mengeluh apalagi menyerah lalu kemudian kembali untuk berbalik arah, TIDAK!!! Aku harus terus melangkah meski aku tertatih.

    Ternyata memang fitrahnya ujian itu semakin besar, saat ini kelemahan itu menjadikan aku kuat. Kesabaran dan keimananlah yang seakan menjadi peneguh jalan yang kupilih ini. Kukatakan, aku takkan pernah menyerah dengan semua ini, aku yakin Allah dekat denganku, tak akan ada keraguan sedikitpun, aku akan terus berlari sekuat diri, rasa lelah itu takkan mengalahkan dan menyurutkan langkahku.

    Ya, mahkota itu yang ingin kupakai, mahkota keshalihan seorang muslimah, hingga biadadari pun cemburu. Rasanya ingin kutuliskan semua yang aku lalui, agar menjadi sebuah pelajaran yang amat berharga bagiku dan mereka yang disekitarku. Ya..aku ingin MERAIH MAHKOTA BIDADARI ITU. Biar alur-Nya yang akan menyadarkan dan menguatkanku, hingga proses itu mengantarkanku pada cita-cita terbesarku. Pahit memang, tapi semua itu adalah proses yang harus dilalui.

    Sampai kaki ini tak sanggup lagi untuk dilangkahkan, dan nafas ini tak mampu lagi untuk dihembuskan, yang menjadi akhir perjalanan hidupku, hingga Allah yang menentukan apa hadiah terbaik untukku. Maka kuatkan langkah ini ya Rabb,,,”biarkan kuncupnya mekar menjadi bunga”.

    By Cinta Allah SWT

     

Leave a Reply