• DENGAN SEMANGAT QURBAN KITA TEBAR PROTEIN HEWANI BERKELANJUTAN UNTUK LAHIRKAN GENERASI SEHAT DAN CERDAS BERKEMAMPUAN MENJADIKAN INDONESIA LUMBUNG PANGAN DAN APOTIK DUNIA

     

    اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،
    اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،
    اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،
    كبيرا والحمد لله كثيرا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً اَللهُ أَكْبَرُ
    لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُونَ. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ شَرَعَ لَنَا الْحَجَّ، وَجَعَلَهُ سَبِيْلاً إِلَى السَّعَادَةِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلِهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الَّذِيْ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ، وَأَدَّى الأَمَانَةَ، وَنَصَحَ الأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَذُرِّيَّتِهِ أَجْمَعِيْنَ.

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ ونَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
    Syukur
    Hadirin Jama’ah sholat ‘Iedul Adha Masjid Alhurriyah, Rahimakumullah

    Alhamdulillahirobbil’alamiin, syukur kami yaa Allah, kami panjatkan ke hadlirat-Mu atas segala rahmat dan karunia yang Engkau limpahkan kepada kami. Pada pagi hari ini kami duduk bersimpuh menghadap-Mu. Kami melantunkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil sebagai ungkapan rasa syukur kami atas ni’mat Allah yang sangat besar. Engkau Maha Besar, segala puji hanyalah bagi-Mu, Maha suci Engkau, tidak ada Tuhan kecuali Engkau Yaa Allah. Kami merayakan Iedul Adha, Iedul Qurban, dalam keadaan yang sangat baik, jadikanlah ini semua amal ibadah bagi kami, sebagai bukti kami ridlo Engkau sebagai Rab kami, Islam sebagai agama kami, dan Rasulullah sebagai Nabi yang Engkau utus kepada kami. Yaa Allah janganlah uji kami dengan ujian yang sekiranya kami tidak kuat memikulnya, dan berilah kami ampunan atas dosa dan salah kami serta beri kami kemampuan mensyukuri atas segala ni’mat serta kuruniaMu.

    اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَِللهِ الْحَمْدُ.

    HAJI
    Pada hari ini 10 zulhijah, saudara saudara kita yang tengah menunaikan ibadah haji telah berada di Mina untuk melempar jumrah ‘aqobah, setelah mereka pada tanggal 9 Dzulhijah, mereka wukuf di padang Arofah. Malam sepuluhnya mereka mabid di muzdalifah atau masy’aril haram, dan pada pagi hari tanggal sepuluh Zulhijah, mereka memasuki Mina untuk melempar jumrah Aqobah dan menyembelih hewan kurban, jika memungkinkan, mereka terus menuju Masjidil Haram untuk Thowaf ifadhoh dan sya’I dan kembali ke Mina sebelum maghrib, dan tinggal di Mina selama hari Tasyrik (11.12 dan 13 Zulhijjah) untuk banyak mengingat Allah atau berdzikkir, mohon ampun kepada Allah atau istighfar dan melempar jumrah setiap hari : Aqobah, Wustho dan ‘ula. Saudara kita berkumpul dari seluruh penjuru dunia. Mereka berpakaian yang serba putih, pakaian ikhram, meraka bersenandung dengan kalimat yang sama, kalimat yang diajarkan Allah SWT dan Rasulnya : Labbaika Allahumma Labbaik, Labbaika Lasyariika laka Labbaik, Innalhamda, wani’mata laka walmulk laa syarika laka.

    اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَِللهِ الْحَمْدُ.

    Kewajiban haji
    Saudara-saudaraku yang saya Cintai, Rahimakumullah, Yang belum naik haji sampai hari ini, jadikan kesempatan hari yang mulia ini (Iedula Adha 1432H) untuk bermunajat, bermohon kepada Allah SWT yang Maha Kaya, Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Kuasa, untuk diberi kemampuan melaksanakan Ibadah Haji pada tahun yang akan datang. Ketahuilah bahwa salah satu kewajiban manusia kepada Allah SWT adalah menunaikan Ibadah haji, sebagaimana Firman-Nya dalam QS Al-Imran : 96-97

    3:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
    3:97. padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

    اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَِللهِ الْحَمْدُ.

    Banyak orang menempatkan haji pada posisi pasif. Bagi mereka yang mampu, sehingga haji sebagai amal sekedarnya, tidak ada usaha, biasanya setelah lanjut usia. Padahal perintahnya adalah aktif, yaitu haji merupakan kewajiban manusia kepada Allah SWT. Oleh karena itu berusahalah sekuat tenaga menuju Allah, Insya Allah, Allah akan menolong menjadikan kita orang yang berkemampuan, sebagimana firmannya :

    29:69. dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

    47:7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

    Niatkanlah, usahakanlah, do’akanlah untuk dapat melaksanakan kewajiban terhadap Allah SWT yaitu haji. Jangan pernah posisikan diri pada orang yang tidak mampu, karena Allah SWT sendiri tidak pernah menyatakan bahwa kita termasuk dalam kelompok orang yang tidak mampu. Bagi orang yang mampu namun tidak pernah berniat dan tidak pernah mau haji maka Allah sebutkan dengan pernyataan waman kafaro fainnallaha ghoniyyun ‘anil ‘alamiin. Barang siapa kafir (tidak mau menunaikan kewajiban haji, maka kethuilah bahwa Allah Maha kaya atas seluruh alam. Allah swt menunjukkan ke Maha kayanya atas kesombongan orang-orang yang kafir terhadap perintah haji.

    اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَِللهِ الْحَمْدُ.

    Dalam Alquran penentu maju mundur Negara adalah SDM.

    Berkah Allah tidak akan diturunkan kecuali jika penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa. Hutan yang lebat, laut yang luas, ikan yang banyak, tambang yang tebal ternyata tidak menjadi jaminan keberkatan ilahi atas suatu bangsa atau Negara. Yang ada adalah pernyataan Allah dalam QS Al A’rof ayat 96.

    7:96. Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

    Qualitas sumberdaya manusi ditentukan oleh dua karakter :
    1. Fisik : Kesempurnaan dan kesehatan otak dan tubuh,
    2. Non fisik : Kesempurnaan ilmu, iman dan taqwa.

    Hal ini tersirat ketika Allah SWT memilih Tholut sebagai raja bagi bani israil, dalam aq surat 2: 247.

    2: 247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah Kami, Padahal Kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang Luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha mengetahui.

    Dari ayat tersebut tersirat bahwa syarat Allah swt memilih seseorang menjadi pemimpin adalah keluasan dalam ilmu dan keperkasaan dalam tubuh atau jazad. Oleh karena itu membangun fisik otak dan tubuh yang sempurna, agar sdm mampu memiliki ilmu yang luas hendaklah kita perjuangkan dengan penuh kesungguhan, disamping penanaman iman dan taqwa, karena hari ini dunia masih krisis kepemimpinan, kepemimpinan koperasi, kelompok tani, lurah, camat dll. Mengapa kita berqurban dengan daging hewan, bukan dengan beras atau gandum?. Daging harus dibagikan kepada orang-orang yang miskin dan kekurangan. Hal ini menunjukkan pentingnya asupan protein bagi kita, kita harus berbagi.

    22:27. dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus[984] yang datang dari segenap penjuru yang jauh,
    28. supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan[985] atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[986]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

    Hendaklah ini tidak dimaknai sebagai ritual tahunan saja, tetapi sebagai pemicu pentingnya protein hewani bagi seluruh umat manusia, apalagi anak-anak di bawah dua tahun (baduta) yang sangat memerlukan ASI atau susu formula dan di bawah lima tahun (balita) dari keluarga yang sengsara dan fakir. Pada usia-usia pertumbuhan bayi sedang menyusun organ tubuh yang sangat penting yaitu otak yang sangat memerlukan asupan protein yang berkualitas yaitu protein yang mengandung asam amino lengkap dan mudah diserap oleh usus pada usia muda dimana usus belum sempurna. Oleh karena itu air susu menjadi pilihan utama bagi baduta dan air susu dan daging untuk balita dan ibu menyusui. Oleh karena itu kita semua sebagai orang yang beriman, sebagai bangsa, sebagai negara harus memikirkan upaya-upaya pemerataan air susu dan daging kepada keluarga miskin dan pengangguran dengan serius, jika ingin generasi yang akan datang menjadi lebih baik.

    Hal ini senada dengan perintah Allah tentang kewajiban ibu memberi air susu secara sempurna 2 tahun penuh kepada bayi-bayinya. Dalam surat Albaqoroh ayat 233.

    2:233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma’ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

    Oleh karena itu jika kita ingin bangsa ini berkualitas dan sehat secara fisik maka pos yandu harus dimenej dengan baik dan serius. Managemen Pos Yandu harus lebih diutamakan daripada pembangunan infrastruktur karena managemen pos yandu yang baik mampu melahirkan generasi cerdas yang pada akhirnya mampu membangun infrastruktur. Pos yandu harus betul-betul memberi kecukupan air susu dan protein hewani kepada baduta dan balita keluarga fakir dan miskin. Agar ibu-ibu kecukupan produksi air susunya, maka protein hewani harus sampai kepada ibu-ibu rumah tangga yang memiliki baduta dan balita. Jangan sampai balita ditimbang rutin, namun tidak ada tindakan nyata setelah tahu berat badannya tidak sesuai dengan standar kesehatan.

    Jika anda tahu bagimana proses biokimiawi sintesis protein yang terjadi dalam organel yang bernama ribosom. Semua protein tubuh kita disintesis dengan tujuan yang dikodekan oleh DNA inti sel. Oleh karena itu semua protein disusun oleh asam amino-asam amino sesuai yang dikodekan oleh messenger RNA (m-RNA) yang merupakan hasil transkripsi dari DNA. Kodon yang terdapat pada m-RNA harus berpasangan dengan antikodon yang terdapat pada tranporter RNA atau t-RNA yang membawa asam amino dari absorbsi usus halus. Apa yang terjadi jika t-RNA tidak mendapatkan asam amino yang diperlukan oleh m-RNA, maka sintesis protein menjadi gagal. Kegagalan inilah yang menyebabkan sintesis protein pada baduta dan balita keluarga miskin tidak sempurna sehingga otak mereka tidak sempurna, tingkat kecerdasan mereka rendah, rambut mereka menjadi kemerahan dan mudah patah. Baduta keluarga miskin yang mestinya mendapat asupan air susu ibu atau formula, tetapi banyak yang diberi makanan orang dewasa seperti pisang, atau susu nabati dengan kandungan dan daya serap yang sangat jauh bila dibanding ASI atau susu formula, atau susu sapi.

    Pemahaman orang tua baik ibu atau bapak sangatlah penting. Banyak bapak yang memilih membelanjakan uangnya untuk membeli rokok dari pada membeli air susu atau daging anak-anak baduta dan balitanya. Banyak ibu yang tidak mau memberikan ASI kepada bayi-bayinya karena alasan karir. Jangan anggap remeh masalah kesehatan bayi, ini sangat berpengaruh pada kesempurnanan otak. Sekali lagi jangan anggap remeh masalah gizi baduta dan balita ini, karena mau sehebat apa lembaga pendidikan yang kita bangun, maka tidak akan sukses secara maksimal jika bahan baku peserta didiknya ternyata otaknya tidak sempurna. Nilai ujian nasional rata-rata bangsa Indonesia yang rendah saat ini, bukanlah semata kelemahan guru dalam mengajar, namun juga atas andil kegagalan kita dalam membangun fisik dan otak generasi bangsa, kagagalan pos yandu dalam menindak lanjuti penimbangan bayi. Oleh karena itu dengan semangat berqurban mari kita bangun semangat pemenuhan protein masyarakat dengan air susu dan daging.

    Indonesia harus menjadi lumbung pangan dan obat-obatan dunia

    Tanggal 31 oktober 2011, jumlah penduduk dunia mencapai 7 miliar jiwa. Ini semua memerlukan pangan, energi dan air bersih. Indonesia sebagai negara yang dilewati garis katulistiwa alias disinari cahaya matahari berlimpah dan memiliki biodiversiti yang luar biasa mestinya harus ikut menyelesaikan krisis dunia, dengan menjadi negara pemasok pangan dan obat-obatan dunia. Untuk berperan sebagai solver dunia kita harus bisa mensyukuri kelimpahan sumberdaya alam dan itu semua memerlukan SDM yang berkualitas. SDM yang cerdas secara fisik dan intelektual serta beriman dan bertaqwa, sehingga memiliki etos kerja yang tinggi, penuh dedikasi serta ikhlas dalam beramal dan tidak koruptif, akan menjadi penemu inovasi yang berkualitas menjadi solusi krisis pangan, kesehatan, energi, air bersih, lingkungan, transportasi, komunikasi masyarakat dunia saat ini dan yang akan datang.

    Biodiversiti dan matahari harus disyukuri dengan teknologi. Teknologi hanya dapat diperoleh dengan pemhaman ilmu dasar yang kuat. Oleh karena itu SDM yang beriman dan bertaqwa harus menguasai dengan baik ilmu dasar agar riset di bidang pemanenan energi matahari dan pasca panen dapat menghasilkan inovasi yang berkualitas.

    Cahaya matahari harus ditangkap
    Cukup dikatakan tidak bersyukur jika membiarkan lahan tidak tertanami, membiarkan lahan ditumbuhi oleh tanaman yang tidak unggul, apalagi dibiarkan lahan tidur tanpa dikelola. Tidak boleh ada secercah cahayapun yang jatuh dimuka bumi sia-sia, tidak tertangkap oleh hijauan daun untuk fotosintesis maupun untuk solar energi. Kelimpahan biodiversiti harus dikembangkan dan diseleksi serta direkayasa agar mampu menangkap cahaya matahari secara efisien, sehingga konversi gas karbondioksida dan air serta hara tanah menjadi biomass karbohidrat, protein dan lipida yang berupa biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran, dapat berjalan secara efisien. Teknologi diperlukan agar pada lahan yang sempit, dengan waktu yang pendek dapat dihasilkan biji-bijian dan buah-buahan atau rumput pakan ternak yang banyak dan berkualitas.

    Biodiversiti harus disyukuri dengan memanfaatkannya.
    Panen biodiversitas yang ada harus kita manfaatkan semuanya tanpa kecuali, baik sebagai bahan makanan pokok, sayuran, pakan ternak yang akan menjadi sumber protein hewani, ikan, sampai ke obat-obatan (herbal medicine). Untuk memanfaatkan produk biodiversiti baik tanaman, ikan, maupun hewan memerlukan teknologi. Produk yang dihasilkan harus disentuh dengan teknologi agar dapat awet, stabil secara kimiawi, disukai konsumen dan praktis dalam penggunaannya. Produk bodiversiti pertanian harus menjadi produk yang dapat ditransportasi antar pulau maupun dieksport. Teknologi menjadi mutlak agar semua orang dimuka bumi ini dapat merasakan ni’mat Allah berupa sagu dari kepulauan Indonesia, tales dan singkong dari jawa barat, pisang dari lampung, jagung, sukun, suweg, hingga obat-obat herbal dari seluruh pelosok tanah air. Saat ini yang menikmati sagu hanya orang di mana sagu diproduksi, di mana singkong diproduksi, di mana ubijalar diproduksi. Teknologi generasi qurban, generasi yang dibangun dengan kecukupan protein hewani yang akan datang, semoga mampu menghasilkan inovasi, agar semua bisa menjadi bahan makanan yang stabil, awet, disukai dan praktis. Musim buah-buahan hari ini, buah mangga berlimpah, harga di petani hanya Rp 1000 rupiah perkilo, bandingkan ketika sudah menjadi jus mangga 300ml saja harganya sudah Rp 5000 sd 6000. Mengapa tidak kita lakukan. Air susu sapi di peternak hanya Rp 3500 rupiah/ liter bandingkan dengan youghurt dari Rp 12000 sd 25000 rupiah/ liter. Mengapa negara tidak memotivasi petani dan peternak untuk bersama-sama menambah nilai jual produknya dengan serius.

    Teknologi pembuatan mie instant untuk jagung, sukun, ubi jalar, tiwul instant, sudah ada, namun political will pemerintah yang belum kunjung tiba. Diversifikasi pangan tidak dimaknai dengan orang Jawa memakan beras, orang Irian makan sagu, tetapi harus kita maknai semua kita harus bisa dalam seminggu memakan makanan pokok yang bebeda-beda, senin nasi, selasa sagu, rabu tiwul, kamis pure tales, jumat, nasi jagung, sabtu mie ubi jalar, dan minggu mie sukun. Jika kita mampu demikian maka swasembada pangan dan ketahanan pangan kita akan kuat dan bahkan kita mampu berbagi dengan mereka yang tidak mendapat kelimpahan ahaya matahari dan biodiversiti, ini adalah amal sholeh, dan ini bukti syukur yang akan menjadi kunci ditambahkannya ni’mat Allah swt kepada kita semua. Semoga dengan semangat qurban tahun ini ke depan Allah swt memberikan kemampuan kepada kita semua amiin.

    14:7. dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

    اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَِللهِ الْحَمْدُ.
    Awali dengan bersyukur dan berkurban
    Marilah awali semangat berbagi protein hewani secara berkelanjutan dengan terlebih dahulu beribadah dengan sami’na waatho’na terhadap perintah Allah SW yaitu menyembelih hewan qurban hari ini. Mulai dari saat ini, mulai dari sendiri. Pada hari ini dan tiga hari tasyrik kita dituntut mengekspresikan kesyukuran kita atas ni’mat Allah yang sangat banyak, dengan sholat dan berkorban :

    1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
    2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
    3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.

    Berkurban adalah ekpresi Taqwa

    22:37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

    Do’a Penutup
    Semoga Allah SWT menjadikan kita orang yang bertaqwa, sehingga kita mampu menjadi orang rajin sholat dan berkurban. Amiin

    جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَئِزِيْنَ الأَمِنِيْنَ وَأدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فيِ زُمْرَةِ الْمُوَحِّدِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ الله ِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَلَوْ أَنَّ أَهْلُ الْقَرَى ءَامَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوْا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَنُوْا يَكْسِبُوْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
    Amiin-amiin Yaa Rabbal’alamiin
    Allahumma ya Allah, ya Tuhan kami. Kami panjatkan segala puji dan syukur atas segala rahmat dan karunia yang telah Engkau limpahkan kepada kami, nikmat sehat wal ‘afiat, nikmat ilmu pengetahuan dan nikmat iman serta Islam. Ya Allah, ya Tuhan kami. Jadikanlah kami semua hamba-hamba-Mu yang pandai mensyukuri nikmat-Mu, dan janganlah Engkau jadikan kami hamba-hamba yang ingkar dan kufur terhadap segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami.
    لَئِنْ شَكَْرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ.
    Allahumma ya Allah, ya Tuhan kami. Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, kesalahan dan dosa kedua orang tua kami, kesalahan dan dosa saudara-saudara kami, kaum muslimin dan muslimat. Ya Allah. Janganlah Engkau limpahkan adzab-Mu kepada kami, karena dosa dan kesalahan kami. Kami yakin ya Allah, rahmat dan ampunan-Mu jauh lebih luas daripada adzab-Mu.
    Allahumma ya Allah, ya Tuhan kami. Terimalah segala amal ibadah kami, terimalah sholat dan qurban kami, amal zakat, infak dan shodaqoh kami. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang selalu bertaqwa, yang ridha dan ikhlas untuk melaksanakan segala aturan-Mu, yang ridha dan ikhlas atas Islam sebagai ajaran-Mu, yang ridha dan ikhlas atas Al-Qur’an sebagai imam dan petunjuk hidup kami, yang ridha dan ikhlas atas Nabi Muhammad Saw. sebagai panutan kami.
    Allahumma ya Allah, ya Tuhan kami. Berilah kami dan keturunan kami kesempurnaan otak dan tubuh, berilah kami keimanan dan ketaqwaan, berilah kami kemampuan mensyukuri ni’mat sumberdaya alam berupa matahari, curah hujan dan biodiversiti agar kami mampu beramal sholeh lebih banyak lagi. Yaa Allah kabulkanlah do’a kami.
    Robbanaa taqobbal minna Innaka antassamii’ul ’aliim, watub ’alainaa Innaka anta tawwaburrohiim
    Amiin Yaa Rabbal’alamiin

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
    عِبَادَ اللهِ, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونْ فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْـئَلُوْهُ مِنْ فَضْـلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ.

    6 November 2011
    Oleh DR Hasim DEA (Dekan FMIPA Institut Pertanian Bogor)

Leave a Reply