• Jilbab Pertamaku

    Pertama kali aku memakai jilbab…hmpt…sebenarnya, sejak kelas 5 SD aku sudah pakai jilbab ke sekolah, bukan karena dari hati tapi karena peraturan di sekolah.  Memang di daerahku ini ada peraturan bahwa pelajar muslimah di sekolah negeri harus memakai jilbab, dari jenjang SD hingga SMA.  Jadi, setiap sekolah aku pasti pakai jilbab, tapi jika aku tak di sekolah, jilbabku itu pasti “terbang”, dan itu berlanjut hingga aku kelas 2 SMP.

    Sebenarnya, dari kelas 6 SD aku sudah berniat untuk memakainya, tapi karena banyak hal yang merintangi, terutama ketetapan dan keyakinan hati, aku enggan untuk terus melanjutkannya.  Hingga suatu saat, aku dan teman satu kelasku pergi mengikuti kelas renang, seperti biasa aku pakai baju renangku, namun tak biasanya aku keluar dari kolam wanita menuju kolam umum, ya secara tak langsung kupamerkan auratku itu ke depan orang banyak, astagfirullah.  Termasuk teman priaku yang satu kelas, hingga mereka mengatakan hal yang tak pantas.  Aku tersadar dan berlari, aku menangis dan sembunyi di kolam wanita.  Aku tak menyangka mereka akan seperti itu terhadapku.  Satu hal yang ingin kulakukan saat itu adalah pergi, namun kelas belum usai.  Esoknya, aku mulai pakai jilbab dimanapun, kapanpun, walau belum sempurna, karena saat itu aku masih pakai celana dan jilbab yang belum menutupi dada. Tapi, saat itu aku bertekad memakainya, bertahap kataku.

    Kemudian, ketika aku naik kelas 3, aku mulai aktif ikut kajian, walau awalnya diajak teman, tapi aku senang karena bersama teman-teman satu kelas, dan pemahamanku tentang Islam bertambah, termasuk kewajiban menutup aurat.  Terutama, ketika sekolahku mengadakan outbond yang bekerjasama dengan LSM pelajar Islam, aku semakin senang dan kagum saat melihat kakak-kakak LSM yang membimbing kami, jilbaber yang rapi, cantik, aktif, dan smart menurutku, bertambahlah keyakinanku untuk menutup aurat. Dari saat itu, aku mulai menabung untuk membeli jilbab yang memenuhi syariat, aku mulai pakai jilbab itu saat aku kelas 3.  Namun, ujian kembali datang, teman-teman banyak merendahkan aku, padahal keluargaku tak pernah menghalangiku, akhirnya karena minder, jilbab itu hanya sekali kupakai hingga aku masuk SMA.

     

    Tepat, di usiaku yang ke-16, hidayah Allah kembali datang,  aku dapat hadiah  jilbab dari mama, aku senang sekali saat itu, langsung saja aku pakai ke sekolah, teman-temanku memperhatikan aku, kukira mereka akan mencemooh dan merendahkan, biarlah pikirku,  sudah lama aku menunggu momentum ini. Namun, diluar dugaan, mereka mengucapkan selamat padaku, mereka mendukungku, mereka tersenyum untukku, hingga saat itu aku bertekad memakai jilbab dengan sempurna.  Alhamdulillah, aku masih istiqomah sampai saat ini, dan selalu berusaha orang-orang sekelilingku juga memakainya.

    Mungkin, itulah kisahku, alhamdulillah ujianku tak seberat muslimah lain, ujianku yang tak seberapa, tapi aku bersyukur, hidayah dan rahmat-Nya datang kepadaku.  Semoga Allah senantiasa memberikan keistiqomahan kepadaku dan kepada teman-teman muslimah yang telah merasakan indahnya jilbab, dan mencurahkan hidayah-Nya kepada teman-teman yang belum merasakannya. Amin.

     

Comments are closed.